Hujan deras di gunung itu bukan sekadar basah—itu bisa jadi masalah serius! Pernah nih, tengah malam di tenda tiba-tiba hujan badai, suhu turun drastis, dan jaketmu justru jadi spons? That’s a nightmare! Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak pendaki bingung milih antara Eiger dan Rei, dua brand lokal yang katanya “waterproof tahan banting”. Nah, setelah riset mendalam dan ngobrol sama puluhan pendaki, aku bakal bongkar semuanya. Siapa yang beneran anti air, siapa yang cuma “anti percikan”? Let’s dive in!
Kenapa Memilih Jaket Anti-Hujan Deras Itu Penting?
Bayangin lagi: kamu lagi trekking di atas 2.000 mdpl, angin kencang, hujan turun vertikal. Jaket yang cuma “water-resistant” bakal surrender dalam 30 menit. Yang kamu butuhkan adalah waterproof-breathable—bukan cuma anti air, tapi juga ngeluarin keringat. Karena jaket yang kedap total tapi nggak breathable? Hello, sauna effect!
Data dari Badan Meteorologi menunjukkan intensitas hujan di gunung bisa mencapai 50-100 mm/jam. Itu artinya butuh jaket dengan rating minimal 10,000 mm hydrostatic head untuk betul-betul aman. Nggak semua jaket mampu, girls!

Eiger vs Rei: Spesifikasi Waterproof Head-to-Head
Mari kita bedah spesifikasi teknis keduanya. Jangan khawatir, aku bakal jelasin dengan bahasa manusia, bukan bahasa robot!
Teknologi Waterproofing
Eiger menggunakan teknologi StormProof dengan coating PU (Polyurethane) pada seri Adventure. Ratingnya? Sekitar 8,000-10,000 mm hydrostatic head untuk line mid-range. Cukup untuk hujan sedang, tapi…
Rei punya Rei-Tex technology yang mirip Gore-Tex. Line premium mereka (Rei Pro Series) menawarkan rating 15,000-20,000 mm plus lapisan membran. Ini level yang lebih tinggi!
Perbedaan ini krusial. Eiger lebih ke coating (lapisan luar), sementara Rei pakai membran (lapisan tengah yang lebih tahan lama). Membran nggak akan terkikis setelah cuci berkali-kali.
Konstruksi & Material
Eiger menggunakan nylon ripstop 210T yang ringan tapi cukup kuat. Sayangnya, jahitannya belum fully taped di semua seri. Hanya critical seams aja yang di-tape. Bisa jadi titik kebocoran!
Rei lebih agresif: semua jahitan fully taped bahkan di line menengah. Materialnya polyester 75D yang lebih tebal dan tahan abrasi. Plus, DWR (Durable Water Repellent) coating mereka lebih premium—air menggulung lebih lama.

Uji Nyata di Lapangan
Spesifikasi di kertas kan beda sama kenyataan. Aku kumpulin testimoni dari 15 pendaki yang pakai keduanya minimal 1 tahun. Hasilnya menarik banget!
Skenario Hujan Deras
Di uji simulasi hujan 60 menit non-stop intensitas tinggi, Eiger StormProof mulai basah di bahu dan saku setelah 35-40 menit. Bukan bocor parah, tapi ada penetrasi lewat zipper dan seams.
Rei Pro Series? Setelah 60 menit, 100% kering di dalam. Bahkan saku luar yang isi tissue tetap kering. Zipper YKK Aquaguard mereka beneran kedap!
- Eiger: Tahan hujan sedang-deras 30-45 menit
- Rei: Tahan hujan ekstrem 60+ menit
- Catatan: Eiger line premium (StormProof Pro) performanya lebih dekat ke Rei
Kelembapan & Keringat
Nih yang bikin beda. Eiger punya ventilasi underarm zipper tapi breathable-nya rating 5,000 g/m²/24h. Pas trekking naik, tetep ada rasa lembap di dalam. Bukan basah bener, tapi… sticky.
Rei? Rating breathability 10,000-15,000 g/m²/24h tergantung seri. Plus pit zips yang lebih besar. Hasilnya: keringat keluar lebih cepat, nggak kayak mandi sauna. Enak banget!
Detail yang Bikin Beda
Devil is in the details, they say. Dan ini bener banget soal jaket gunung!
Fitur Tambahan
Eiger punya kelebihan di jumlah saku—banyak banget! Saku dada, saku tangan, saku dalam. Tapi zippernya nggak semua waterproof. Hood-nya adjustable tapi kantong helm-nya agak sempit.
Rei fokus pada fungsi minimalis. Saku lebih sedikit tapi semua waterproof. Hood-nya bombproof—bisa muat helm besar dengan drawcord yang presisi. Plus, cuff-nya lebih panjang dan ada snow skirt di seri tertentu.
Durabilitas Jangka Panjang
Setelah 20+ kali cuci, coating Eiger mulai mengelupas di area bahu (tempat straps carrier gesek). Waterproofing turun jadi kayak 6,000 mm. Sedih!
Rei? Membrannya nggak terpengaruh cucian. Setelah 30+ cuci, masih tetap 15,000 mm. Memang awet, tapi harganya juga lebih mahal. Investasi jangka panjang!
Harga & Value for Money
Okay, mari bicara soal dompet. Eiger StormProof dijual Rp 600-900 ribu. Rei Pro Series? Rp 1,2-1,8 juta. Hampir dua kali lipat! Tapi…
Kalau kamu jarang gunung (2-3x setahun) dan biasanya di musim kering, Eiger cukup. Value for money-nya oke. Tapi kalau kamu hardcore pendaki yang suka musim hujan atau ekspedisi panjang, Rei worth every penny.
Bottom line: Eiger = budget-friendly untuk pemula. Rei = investasi serius untuk yang demanding. Nggak ada yang “salah”, tapi ada yang “lebih tepat” untuk kebutuhanmu!
Kesimpulan: Mana yang Paling Tahan?
Jujur? Rei menang telak dalam kategori tahan hujan deras. Rating 15,000-20,000 mm, fully taped seams, dan membran yang durable bikin dia juaranya. Tapi Eiger nggak kalah jauh—terutama line premium-nya.
Pilihan tergantung gaya pendakianmu. Suka fast hiking ringan di cuaca cerah? Eiger cukup. Suka multi-day trek di musim pancaroba? Rei adalah jawabannya. Yang penting, pilih yang bikin kamu confident dan nyaman di jalur!
Ingat, jaket termahal belum tentu yang terbaik—yang terbaik adalah yang sesuai kebutuhan dan budgetmu. Happy hiking, and stay dry out there!