Flannel itu kayak sahabat baik di lemari—hangat, setia, dan selalu ada waktu dibutuhkan. Tapi ketika harus pilih antara kemeja flannel Erigo vs Uniqlo, banyak yang bingung: apakah harga lebih mahal otomatis berarti kualitas lebih oke? Jangan khawatir, kamu nggak sendirian! Setelah nyobain puluhan kemeja dari kedua brand, aku siap bongkar semua detailnya biar kamu bisa pilih tanpa menyesal.

Kenapa Flannel Jadi Andalan Semua Orang?
Sebelum kita bedah, penting banget paham dulu apa yang bikin flannel itu spesial. Bukan cuma soal kotak-kotak aja, tapi tekstur, berat kain, dan cara jahitannya.
Flannel yang bagus itu harusnya makin dipakai makin lembut, nggak gampang berbulu, dan tetap hangat meski udah dicuci berkali-kali. Nah, ini yang jadi tolok ukur kita.
Spesifikasi Head-to-Head: Erigo vs Uniqlo
Mari kita lihat angka dan fakta konkret biar nggak ngawang. Data ini aku ambil dari pengalaman pribadi plus cek label di toko resmi.
| Detail | Erigo Flannel | Uniqlo Flannel |
|---|---|---|
| Bahan | 100% Katun Brushed Twill | 100% Katun Brushed (berbeda per musim) |
| Berat Kain | 150-180 gsm | 120-160 gsm (bervariasi) |
| Variasi Warna | 15-20 pilihan per koleksi | 8-12 pilihan per musim |
| Harga | Rp 199.000 – 299.000 | Rp 299.000 – 399.000 |
| Fitur Khusus | Double-layer collar, hidden button | Compact weaving, anti-pilling |
| Size Range | S – XXL (fit Asian) | XS – XXL (fit global) |
| Negara Asal | Indonesia | Jepang |
Angka di atas udah kasih gambaran kasar, tapi yang paling penting adalah feel-nya di kulit dan di badan. Mari kita bahas lebih dalam.
Uji Coba Lapangan: Nyaman di Kulit
Pertama kali megang flannel Erigo, yang langsung terasa adalah ketebalan kainnya lebih substantial. Tekstur brushed-nya terasa di mana-mana, bahkan di bagian dalam. Ini bikin hangatnya lebih merata.
Flannel Uniqlo punya kehalusan yang beda. Kainnya lebih ringan dan compact, jadi terasa lebih halus di awal tapi nggak se-plush Erigo. Kelebihannya? Nggak terlalu panas kalau dipakai di ruangan ber-AC.
Test Cuci: Siapa yang Tahan Lama?
Aku cuci masing-masing 5 kali dengan mesin cuci standar. Hasilnya:
- Erigo: Sedikit mengerut di pinggir, tapi tekstur lembutnya tetap. Warna sedikit pudar tapi masih oke.
- Uniqlo: Bentuknya tetap stabil banget, hampir nggak ada mengerut. Warna lebih tahan lama.
Kesimpulan sementara: Erigo lebih cozy, Uniqlo lebih tahan banting.
Soal Bentuk Tubuh: Mana yang Lebih Inklusif?
Ini bagian yang paling aku suka—memastikan semua bentuk tubuh diterima. Nggak ada yang namanya “badan nggak cocok flannel”, hanya “ukuran yang belum pas” aja.
Erigo punya cut yang lebih roomy di bahu dan dada. Buat kamu yang punya bentuk atletis atau wide shoulders, ini savior banget. Nggak ada yang namanya kancing melorot atau terasa sesak.
Uniqlo punya silhouette yang lebih streamlined. Cocok buat kamu yang suka tampil rapi, minimal, atau punya frame yang lebih slender. Tapi jangan khawatir, size XXL-nya masih longgar kok untuk yang butuh extra space.
Pro tip: Kalau kamu suka layering dengan hoodie di dalamnya, pilih Erigo one size up. Kalau mau dipakai sendiri atau cuma dengan kaos tipis, Uniqlo true to size udah cukup.
Gaya Sehari-hari: Kapan Pakai Yang Mana?
Ini tergantung vibe yang kamu cari.
Erigo punya warna-warna earth tone dan combo yang lebih bold—merah-hitam klasik, hijau army, atau mustard. Perfect buat street style, ngopi di kafe outdoor, atau foto OOTD yang butuh statement piece.
Uniqlo datang dengan palet warna yang lebih muted: navy, grey, olive, burgundy. Ini pilihan safe tapi sophisticated buat ke kantor (casual Friday), dinner keluarga, atau sekadar jalan-jalan di mall tanpa terlalu menarik perhatian.
Investasi & Longevitas: Hitung-hitungannya
Mari kita bicara soal value for money secara jujur.
Erigo dengan harga rata-rata Rp 250.000 menawarkan bang for your buck yang luar biasa. Kualitas kain yang tebal dan detail seperti hidden button di kerah bikin ini feel premium tanpa bikin kantong jebol.
Uniqlo di harga Rp 350.000 lebih mahal, tapi kamu bayar untuk konsistensi kualitas global dan teknologi anti-pilling yang memang terbukti. Ini pilihan buat kamu yang prioritasnya low-maintenance wardrobe.
Cost Per Wear Analysis
Kalau kamu pakai 2x seminggu selama 1 tahun (sekitar 100 kali pakai):
- Erigo: Rp 2.500 per pakai
- Uniqlo: Rp 3.500 per pakai
Selisih Rp 1.000 per pakai nggak terlalu signifikan, tapi pertimbangkan juga faktor emotional attachment—kamu lebih seneng pakai yang mana?
Perawatan: Biar Tahan Lama
Nggak peduli brandnya, flannel butuh perhatian khusus.
Cuci dengan air dingin, jangan dijemur langsung di bawah matahari terik, dan kalau bisa, jangan setrika terlalu panas. Kain brushed gampang rusak kalau kepanasan.
Uniqlo unggul di sini karena labelnya jelas banget: “Compact weaving makes it resistant to shrinkage”. Erigo butuh sedikit extra love, tapi nggak ribet kok.
Verdict Akhir: Flannel untuk Siapa?
Setelah semua perbandingan, ini rekomendasi personalized dari aku:
Pilih Erigo kalau:
- Kamu suka warna bold dan statement
- Butuh extra room di bahu dan dada
- Mau support local brand dengan kualitas internasional
- Budget di bawah 300k tapi mau kaya fitur
Pilih Uniqlo kalau:
- Kamu minimalis dan suka warna netral
- Prioritiskan easy care dan tahan lama
- Suka layering tanpa terlalu bulky
- Mau investasi sedikit lebih untuk konsistensi
Yang paling penting: keduanya worth it kok! Nggak ada yang “jelek” di sini. Semua tergantung preferensi pribadi dan cara kamu pakai.
Final thought: Fashion itu soal confidence. Pilih yang bikin kamu nyaman di kulitmu sendiri—literally dan figuratively. Kalau kamu cinta local, Erigo udah oke banget. Kalau mau global standard, Uniqlo is the way. Yang penting, pakai dengan bangga!
Jadi, udah siap belanja flannel baru? Ingat, bentuk tubuhmu sempurna apa adanya, dan flannel yang bagus adalah yang bikin kamu merasa seperti versi terbaikmu. Happy styling!
