Pilihan sepatu lokal di bawah 150 ribu makin bikin pusing, ya? Dua nama yang paling sering jadi perbincangan: Aerostreet dan Ventela. Keduanya punya fanbase setia, desain kece, dan harga yang nggak bikin dompet nangis. Tapi kalau pertanyaannya “mana yang lebih empuk?”, jawabannya nggak sekadar “tergantung selera”.
Kita semua pernah merasakan sepatu baru yang tampangnya keren tapi rasanya kayak jalan di batu. Nah, kali ini kita bedah habis-habisan soal empuk-ness, kenyamanan, dan value for money dari dua brand idola ini. Siap-siap dapat insight praktis!
Kenalan Dulu: Aerostreet vs Ventela
Sebelum kita masuk ke ring, kenalan dulu yuk dengan dua kontestan ini. Aerostreet lahir dari visi bikin sepatu streetwear terjangkau dengan kualitas nggak murahan. Mereka fokus ke desain bold, warna-warna berani, dan vibe yang energetic.
Ventela muncul dengan pendekatan berbeda: minimalist aesthetic yang timeless. Mereka jadi favorit anak-anak kampus dan pekerja kantoran yang mau tampil clean tanpa ribet. Brand ini terkenal dengan siluet low-top klasiknya yang versatile.
Keduanya sama-sama menggunakan material canvas dan rubber outsole, tapi detailnya yang bikin perbedaan signifikan di kenyamanan.
The Battle of Empuk-ness: Midsole & Insole
Ini yang jadi pertanyaan utama: mana yang lebih empuk? Kita bedah dari dalam ke luar.
Aerostreet: EVA Technology
Sebagian besar model Aerostreet menggunakan EVA (Ethylene Vinyl Acetate) midsole dengan ketebalan sekitar 1,5-2 cm. Teknologi ini memberikan bounce yang cukup responsif, nggak terlalu keras tapi juga nggak terlalu soft.
Insole-nya biasanya single layer foam dengan sedikit contour di bagian telapak. Empuk di awal pemakaian, tapi setelah 3-6 bulan intensif, mulai terasa sedikit datar. Cocok buat kamu yang suka sensasi firm support daripada sunk-in feeling.
Ventela: Memory Foam Touch
Ventela punya rahasia di insole-nya: memory foam layer yang lebih tebal (sekitar 0,8-1 cm). Midsole-nya juga EVA, tapi dengan density lebih rendan, sehingga terasa lebih plush di langkah pertama.
Efeknya? Langkahmu akan terasa lebih cushioned dan ada sedikit hug di telapak kaki. Sayangnya, memory foam ini cenderung cepat kompresi, biasanya mulai kehilangan empuk-ness setelah 4-5 bulan pemakaian harian.
Quick Take: Aerostreet lebih firm dan tahan lama, Ventela lebih plush di awal tapi butuh lebih sering ganti insole.
Material Face-Off: Upper & Build Quality
Empuk doang nggak cukup, kan? Konstruksi overall berpengaruh banget ke kenyamanan sepanjang hari.
Upper Material
Aerostreet sering pakai canvas 12 oz yang lumayan tebal dan kaku di awal. Butuh waktu break-in sekitar 1-2 minggu sampai benar-benar nyaman. Ventela pakai canvas 10 oz yang lebih lembut dari awal, jadi nggak perlu struggle saat pertama kali pakai.
Keduanya punya varian suede dan twill, tapi Ventela punya lebih banyak pilihan material hybrid yang lebih breathable untuk cuaca tropis.
Outsole & Durability
Outsole keduanya rubber, tapi pattern-nya berbeda. Aerostreet punya deep groove pattern yang grip-nya lebih baik di permukaan basah. Ventela pakai flat ripple pattern yang lebih halus dan aesthetic, tapi bisa sedikit licin kalau hujan.
Ketebalan outsole Aerostreet rata-rata 2,5 cm vs Ventela 2 cm. Ini bikin Aerostreet sedikit lebih tinggi dan memberi extra buffer dari permukaan kasar.
Style & Variasi: Mana yang Lebih Kita?
Fashion kan soal ekspresi, bukan? Mari kita lihat gaya masing-masing.

Aerostreet: Bold & Statement
Kalau kamu tipe yang suka jadi pusat perhatian, Aerostreet punya:
- Color blocking yang aggressive
- Model high-top chunky yang edgy
- Kolaborasi dengan karakter lokal (Dilan, anyone?)
- Harga: Rp 89.000 – 159.000
Ventela: Clean & Versatile
Kalau kamu lebih ke lowkey flex, Ventela tawarkan:
- Monochromatic palette yang timeless
- Siluet slim yang cocok dengan celana chinos atau denim
- Model slip-on yang praktis
- Harga: Rp 99.000 – 179.000
Kesimpulan style: Aerostreet buat weekend hangout, Ventela buat daily commute yang tetap keliatan polished.
Harga & Value for Money Breakdown
Mari kita hitung-hitungan biar jelas benefitnya. Ini tabel perbandingan model terpopuler:
| Spesifikasi | Aerostreet Atlas | Ventela Low Classic |
|---|---|---|
| Harga | Rp 109.000 | Rp 129.000 |
| Lifespan Estimasi | 8-12 bulan | 6-10 bulan |
| Cost per Month | Rp 9.000 – 13.500 | Rp 12.900 – 21.500 |
| Populer Warna | Black/Red, Navy/Yellow | Off White, Sage Green |
| Best For | Street activity, rough use | Office, casual date |
Dari sini terlihat Aerostreet punya value for money sedikit lebih unggul untuk pemakaian intensif. Tapi Ventela worth the extra 20 ribu kalau kamu cari aesthetic yang lebih premium feel.
Real-World Test: Testimoni & Use Cases
Data tanpa cerita rasanya hambar. Ini pengalaman nyata dari komunitas:
Kasus 1: The Daily Commuter (5-7 km jalan kaki/hari)
Rudi, 26, graphic designer di Jakarta: “Pakai Ventela Low selama 6 bulan, empuk di bulan pertama tapi setelah itu harus ganti insole. Sekarang pakai Aerostreet Atlas, memang lebih keras di awal tuh, tapi setelah 8 bulan masih stabil empuk-nya.”
Kasus 2: The Campus Hopper
Dina, 21, mahasiswa: “Aku prefer Ventela karena pas sama dress code kampus yang semi-formal. Empuk-nya cukup buat jalan dari parkiran ke kelas. Kalau Aerostreet terlalu bulky buat gaya aku.”
Kasus 3: The Weekend Explorer
Budi, 30, photographer: “Untuk motret-motret di kota, Aerostreet high-top punya ankle support lebih baik. Midsole-nya nggak bikin kaki capek meski berdiri 4-5 jam.”
The Verdict: Mana Pemenangnya?
Drumroll please… jawabannya adalah: tergantung kamu siapa! Nggak ada yang absolute menang karena keduanya desain untuk persona berbeda.

Pilih Aerostreet Kalau Kamu:
- Suka aktivitas outdoor dan butuh durability
- Pilih firm support daripada too soft
- Budget strict di bawah 120 ribu
- Suka desain bold dan mencolok
Pilih Ventela Kalau Kamu:
- Prioritaskan first impression comfort
- Butuh sepatu yang versatile untuk semi-formal
- Suka aesthetic minimalis dan clean
- Nggak masalah ganti insetiap 4-5 bulan
Final Thought: Keduanya worth every penny di kelasnya. Yang penting paham dulu kebutuhan kaki dan gayamu!
Tips Memilih yang Tepat untuk Kamu
Biar nggak salah beli, cek dulu checklist ini sebelum checkout:
- Coba di sore hari – Kaki sedikit membengkak, jadi fit-nya lebih akurat
- Test insole – Cabut insole-nya, coba tekan. Kalau langsung flat, skip!
- Check return policy – Toko lokal biasanya allow 1-2 hari return
- Pakai kaos kaki yang biasa – Jangan coba tanpa kaos kaki kalau kamu selalu pakai
- Walk test 5 menit – Jangan cuma diem di tempat, jalan keliling toko
Terakhir, ingat: sepatu 100 ribuan nggak akan pernah seempuk sneakers premium 2 jutaan. Tapi dengan pilihan yang tepat, kamu bisa dapat 80% kenyamanan dengan harga 10% dari high-end brand. Itu namanya smart shopping!
Jadi, udah ada pilihan di hati? Atau malah mau beli keduanya untuk keperluan yang beda? Either way, you’re winning!